Moh. Rizal Khanafi

honi soit qui mal y pense

Artikel Populer

Fish Pool

    Rizal Khanafi Gumay

@RizalKhanafi

Constructing Deconstructivism

diposting oleh rizalkhanafi-fib13 pada 04 June 2014
di Philosophy - 0 komentar

separator 1

Kata “dekonstruksi” jika diartikan dalam kosakata yaitu dari kata ‘de’ yang mempunyai arti penurunan atau pengurangan dan ‘konstruksi’ yang artinya susunan atau pembangunan. Dalam buku yang diterjemahkan oleh Alan Bass, teori dekonstruksi Derrida terdiri dari 3 langkah yaitu pertama, mengidentifikasi kedudukan kontradiksi dalam teks yang biasanya terdapat istilah yang di khususkan secara terancang. kedua, kontradiksi - kontradiksi tersebut dibalik dengan menunjukan adanya keterkaitan diantara yang saling berlawanan itu sekaligus mengusulkan prerogatif secara terbalik. Ketiga, memperkenalkan sebuah istilah atau ide baru yang tidak bisa dimasukan dalam kategori lama.

Tujuan utama dari dekonstruksi adalah menunjukkan bahwa setiap komponen dalam kehidupan ini tidak semudah pernyataan seorang filsuf menjadi kebenaran absolut sehingga perlu "penataan" ulang.  Derrida menganggap bahwa teks literatur merupakan hasil sebuah ilusi atau delusi yang dipaksa dijadikan sebuah pembenaraan. Dekonstruksi berusaha mencari titik-titik celah dalam teks mengenai ide, premis bahkan literatur sendiri yang tidak sesuai dengan rasionalitas dekonstruktivisme.

Konsep dan Teori Dekonstruksi

Dekonstruksi memiliki kelebihan, yaitu dapat membuat seseorang menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam memaknai atau menafsir sesuatu – dimana dengan adanya pamaknaan tersebut dapat membuat setiap orang bebas mengartikan suatu objek tanpa ada batasan. Ruang imajinasi menjadi semakin luas dan kosakata akan menjadi semakin meningkat karena perubahan terhadap suatu makna oleh makna baru akan melahirkan makna-makna lainnya. Namun demikian, jika terlalu banyaknya makna dan tafsiran, membuat makna lama menjadi mati karena cenderung dilupakan dan diganti dengan makna baru. Makna lama dikhawatirkan menjadi tak berarti lagi. Kelemahan dekonstruksi inilah yang membutuhkan waktu untuk proses adaptasi, menimbulkan pro dan kontra, dan tidak semua orang dapat menerimanya.

Contoh pemahaman dekonstruksi oleh filsuf terdahulu yaitu “delusi” Darwin yang menunjukkan sebuah teori bahwa makhluk hidup saat ini berevolusi dari sebuah mikroorganisme tunggal menjadi organisme yang lebih kompleks. Namun teori ini tidak dapat dibuktikan secara ilmu pengetahuan karena belum ditemukannya fosil peralihan yang dapat membuktikan sejarah evolusi.

            Tidak hanya itu saja, tetapi beberapa cerita fiksi di masa lampau yang masih diangkat di dalam kehidupan saat ini seperti cerita Romeo dan Juliet. Secara awam, masyarakat tentunya pasti menilai secara subjektif dan cenderung memihak peran utama yang diceritakan memiliki kecocokan dalam suatu hubungan. Namun di sisi lain, masyarakat akan menilai dari satu sudut saja, dimana orang tua si Juliet dianggap sebagai orang tua yang jahat karena tidak menyetujui hubungan mereka. Padahal jika di transformasikan ke makna yang lain, orang tua Juliet mempunyai prinsip yang baik menurut cara mereka sendiri (bangsawan) dimana anaknya juga harus mendapat kebahagiaan baik secara psikis maupun material. Di sisi lain, kita tahu bahwa Romeo berasal dari kaum rakyat jelata. Orang tua pastilah menginginkan sesuatu yang terbaik untuk si anak dan  generasi penerusnya sehingga tidak bisa serta – merta menyetujui hubungan mereka.

separator 1

Saya secara pribadi percaya bahwa dekonstruktivisme adalah hal yang sangat penting dalam mewujudkan kehidupan manusia yang lebih baik. hal ini disebabkan karena dengan pembaruan-pembaruan berbagai konstitusi dan makna, akan tercipta sinkronisasi antara peraturan, makna dan kehidupan secara utuh. Future implication dari hal tersebut adalah terciptanya kehidupan yang lebih baik.

 

akan tetapi, sesuatu harus memiliki batas. Baik itu titik jenuh atau hal yang lain. selalu mempertanyakan dan mendekonstruksi teks dengan cara "liar" juga tidak baik. Kita harus mampu memberikan penjelasan yang logis dan sistematis agar makna baru tersebut dapat diterima dengan baik.

separator 1

Penerapan dalam masyarakat adalah dengan penolakan paradigma bahwa seseorang yang beragama lain itu jahat, buruk, dan seterusnya. Kita harus bisa mendekonstruksi paradigma tersebut agar tercipta kehidupan yang lebih baik.

separator 1

Selaku mahasiswa yang sedang belajar mengenai humaniora, kita harus dapat memposisikan diri sebagai seorang anak kecil yang "curious" terhadap segala hal. Dengan rasa ingin tahu tersebut, kita dapat menggunakan untuk memetakan atau struktur suatu hal. Jika kita lihat struktur tersebut tidak baik, maka kita bisa mengkritisinya agar terjadi pembaruan menuju ke arah yang lebih baik dalam sejarah kehidupan manusia.

separator 1

Sumber: 

http://www.academia.edu/963419/Jacques_Derrida_Teks_dan_Strategi_Dekonstruksi (ditulis oleh Abdul Hakim)

http://www.academia.edu/1524997/Sastra_dan_Dekonstruksi_oleh_Dipa_Nugraha (ditulis oleh Dipa Nugraha)

Miskawi.(2012).Teori Dekonstruksi (Derrida).[Daring].http://teachingofhistory.blogspot.com/2012/05/teori-dekonstruksi-derrida.html. Diakses pada tanggal 17 Maret 2014.

 

Terimakasih :

Pemilik atau Pengunggah video yang saya lampirkan dalam blog ini serta sumber.

Disklaimer :

Blog ini merupakan blog personal dan beberapa pernyataan mungkin tidak obyektif. Saya sangat menghargai saran dan kritik saudara/i berikan. Mohon maaf bila ada kesalahan.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :